Tulis Disertasi Soal Reklamasi Pantai Utara Jakarta, Syarif Raih Gelar Doktor

Minggu, 13 November 2022 05:53 WIB

Share
Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif (tengah) resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Hukum di Universitas Borobudur, Jl. Raya Kalimalang, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (12/11/2022).
Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif (tengah) resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Hukum di Universitas Borobudur, Jl. Raya Kalimalang, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (12/11/2022).

Terasjakarta.poskota.co.id - Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif berhasil meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul ‘Politik Hukum Dalam Pencabutan Izin Pelaksanaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta Dalam Upaya Untuk Mencapai Kesejahteraan Masyarakat Dan Kepastian Berinvestasi’.

Gelar doktor yang diraih Syarif setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Hukum di Universitas Borobudur, Jl. Raya Kalimalang, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (12/11/2022).

Syarif yang juga politisi Gerindra itu berhasil menyabet nilai cum laude alias nilai terbaik. Sejumlah penguji yang dipimpin oleh Rektor Universitas Borobudur, Prof. Ir. Bambang Bernantos, MSc, mengajukan pertanyaan terhadap Syarif.

 

 

“Terakhir, saya ingin penegasan lagi, apakah keputusan penghentian reklamasi menguntungkan masyarakat banyak?,” tanya Prof Bambang, usai Syarif menyampaikan hasil disertasinya kehadapan penguji. 

“Ya, penghentian reklamasi menguntungkan masyarakat Jakarta,” tegas Syarif.

“Sekali lagi, apakah kalau reklamasi dilanjutkan tidak ada mafaatnya bagi warga Jakarta?,” lanjut Prof Bambang.

“Betul, bila dilanjutkan reklamasi ini tidak ada manfaatnya,” timpal Syarif.

“Dengan melihat paparan disertasi anda (Syarif) dalam sidang, anda dikatakan lulus dengan predikat cumlaude,” jelas Prof Bambang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar