PT. IAMI Tanam Investasi Pembangunan Industri Pesawat Tenaga Listrik di Kabupaten Siak

Kamis, 10 November 2022 15:14 WIB

Share
Kegiatan presentasi rencana investasi industri pesawat listrik dan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Kawasan Industri Tanjung Buton dan PT IAMI di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (8/11/2022).
Kegiatan presentasi rencana investasi industri pesawat listrik dan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Kawasan Industri Tanjung Buton dan PT IAMI di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (8/11/2022).

Terasjakarta.poskota.co.id - Kabupaten Siak segera menerima investasi jumbo dari industri pesawat tenaga listrik, PT Indonesia Air Mobility Industries (IAMI), di Kawasan Industri Tanjung Buton. 

Jumlah uang akan ditanam mencapai 10 miliar dolar AS atau setara Rp150 triliun bila dengan kurs Rp15 ribu per dolar. 

Hal ini terungkap pada kegiatan presentasi rencana investasi industri pesawat listrik dan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Kawasan Industri Tanjung Buton dan PT IAMI di Hotel Premiere Pekanbaru, Selasa (8/11)2022). 

Presiden Direktur PT IAMI Troy Evelon Pomalingo, menyebut dalam presentasi pihaknya secara mendalam rencana kerja itu bahkan sudah menyiapkan blueprint. 

"Nilai investasi untuk awal itu kurang lebih 10 miliar dolar AS. Dia bisa extend sampai 40 miliar dolar AS. Tenaga kerja kita aja di akhir itu sekitar 18 ribu. Semua itu sudah ada blueprint," kata Troy, melalui keterangan tertulis, Kamis (10/11/2022). 

 

 

Troy menyebutkan, pihaknya tidak sabar agar kerjasama ini segera terealisasi dan proyek pembangunan segera dilaksanakan di kawasan industri yang mengarah ke Selat Malaka tersebut. Dan berharap akhir tahun sudah dilaksanakan ground breaking. 

"Kalau kami perusahaan, targetnya secepatnya. Karena ini kan bicara capital looking capital, bagaimana kita dapat benefit dari sebuah investasi," ujar Troy. 

"Bola ini ada pada pemerintah, makanya tadi saya katakan, ayo, speed-nya kita samakan. Soal regulasi, kami siap. Kami terus bekerja, targetnya tahun ini groundbreaking. Kita lihat nanti bagaimana, karena holding internasional inikan schedule-nya ketat," sambungnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar