Presidium Sahabat Disabilitas Regional Jakarta: Selamatkan Jakarta dari Polarisasi Politik ldentitas

Selasa, 4 Oktober 2022 08:04 WIB

Share
Presidium Sahabat Disabilitas Indonesia regional Jakarta, Kahar.
Presidium Sahabat Disabilitas Indonesia regional Jakarta, Kahar.

Terasjakarta.poskota.co.id - Presidium Sahabat Disabilitas Indonesia regional Jakarta, Kahar mengatakan Pj Gubernur DKI Jakarta ke depan adalah sosok yang mempunyai netralitas dan tidak berafiliasi ke partai politik.

Menurutnya, sosok Bahtiar dinilai pantas menduduki jabatan itu karena netral. Kahar beralasan karena Bahtiar dari kalangan pejabat eselon satu di Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini bisa menjadikan sinergitas antara pemerintah pusat dengan daerah yaitu DKI Jakarta.

"Kami rasa sosok Bahtiar pantas diangkat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Selain merupakan memiliki netralitas yang tinggi, ia juga merupakan ASN di lingkungan kementerian dalam negeri yang saat ini pejabat eselon satu," kata Kahar dalam keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022). 

Kahar mengaku, pilihan yang disampaikan pihaknya merupakan langkah baik dalam memberikan perhatian kepada kelompok disabilitas. 

"Program disabilitas menjadi harapan juga buat kami selaku disabilitas yang mempunyai hak yang sama dengan yang lain untuk bersama sama  tercipta kesetaraan yang harmonis," ujarnya. 

Kahar juga menambahkan Jakarta ke depan harus harmoni, rukun dan damai sehingga tidak ada lagi yang pengkotak-kotakan kepentingan.

"Sosok Bahtiar paling mempunyai kapabilitas untuk menduduki kursi Pj Gubernur DKI karena sebagai putra bangsa Bahtiar juga memiliki banyak sekali prestasi," pungkasnya. 

Untuk diketahui sebelumnya, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menduduki kursi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang habis masa jabatan pada 16 Oktober 2022.

Sebagai birokrat murni dan kini menduduki jabatan eselon I Kemendagri, Bahtiar dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga sikap netral dan rajin menggaungkan pentingnya netralitas ASN.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar