Pegiat Medsos Darmansyah: Tragedi Kanjuruhan Malang Semakin Membuat Kapolri Stres

Senin, 3 Oktober 2022 17:04 WIB

Share

Terasjakarta.poskota.co.id - Baru saja berkas perkara pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo dinyatakan P21 atau lengkap.

Kini integritas institusi Polri kembali diuji dengan kasus tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter. 

Kasus bentrokan yang menewaskan ratusan suporter itu disebut-sebut yang menjadi penyebab utama para suporter meninggal dunia karena faktor tembakan gas air mata dari petugas kepolisian. 

Selain penggunaan gas air mata melanggar aturan FIFA, tembakan tersebut membuat suporter sesak napas sehingga menyebabkan meninggal dunia. 

Ia menilai tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter itu tentu akan kembali berdampak kepada kepercayaan publik terhadap institusi Polri. 

Apalagi, Korps Bhayangkara itu baru saja selesai melewati badai besar, yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.

"Di Malang matikan seratus lebih suporter diduga akibat tembakan gas air mata. Pasti tambah stres itu Kapolri Listyo Sigit Prabowo," kata Darmansyah dalam keterangannya, Senin (3/10/2022). 

Darmansyah juga menyebut, meski hasil investigasi Polri dan institusi lainnya belum keluar.

Namun pria yang akrab disapa Gus Dar ini menduga tragedi berdarah di Kanjuruhan itu pasti berdampak pada kepercayaan publik kepada Polri. 

"Sambo matikan satu ajudan saja berdampak apalagi itu seratus lebih suporter," tandasnya.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar