FKPP Sebut Ketum PPP Tidak Paham Sejarah Terbentuknya PPP

Kamis, 11 Agustus 2022 16:28 WIB

Share

Terasjakarta.poskota.co.id - Ada yang menarik dari proses pendaftaran PPP ke KPU RI, Rabu (10/8) kemarin. Dalam konferensi pers di kantor KPU usai mendaftarkan partainya, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa PPP akan meninggalkan politik identitas. 

Hal ini mendapat sorotan dari ketua Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) PPP, Syaiful Dasuki di sela-sela aksi damai FKPP di depan kantor DPP PPP, Kamis (11/8). 

"PPP adalah partai yang didirikan para ulama sebagai fusi dari empat partai Islam. NU, Parmusi, SI dan Perti untuk melanjutkan perjuangan partai Islam membela umat dibawah tekanan rezim orde baru" terang Syaiful. 

"Azas Islam jelas menjadi asas partai, bahkan menuju masyarakat madani yang diridhoi Allah dalam naungan NKRI adalah tujuan partai. Ibadah dan amar ma'ruf nahi munkar menjadi salah satu prinsip PPP" tambah Syaiful. 

Identitas inilah yang selama ini menjadi arah khidmat perjuangan PPP. Apabila Suharso meninggalkan jatidiri partai ini, maka otomatis akan menjauhkan PPP dari umat Islam. 

"Ada kesesatan berfikir atau _logical falacy_ dari Ketum PPP bahwa menjadikan Islam sebagai ideologi dan asas partai adalah sebuah kesalahan, padahal pondasi PPP dilahirkan dari rahim umat Islam. Menyedihkan bila PPP meninggalkan umat dengan alasan tidak modern, tidak sesuai kemajuan zaman, maka PPP harus jadi partai nasionalis sekuler," sesal Syaiful.

"Harusnya PPP kembali mendekat ke umat dan ulama untuk memperjuangkan hak-hak dasar umat Islam, seperti peningkatan kualitas pendidikan umat terutama pesantren, kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada umat Islam dibanding pemodal, isu kesehatan, pemuliaan perempuan dan anak, dan banyak persoalan-persoalan umat yang belum selesai diperjuangkan oleh PPP," ungkap Syaiful.

Syaiful khawatir dengan dijauhkannya PPP dari umat Islam oleh Suharso Monoarfa, pemilu 2024 umat Islam tidak lagi memilih PPP tetapi ke partai lain yang lebih peduli kepada umat. 

"Sementara kelompok tengah dan milenial belum tentu melirik PPP karena selama ini dikenal partai berasas Islam berlambang ka'bah. Kami khawatir Islam terlanjur dijauhi, suara sekulerpun tak mampu diraih" ujar Syaiful.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar