Pemprov DKI Bersama Perwatusi Resmikan Gerakan Jakarta Melawan Osteoporosis

Selasa, 9 Agustus 2022 14:16 WIB

Share

Terasjakarta.poskota.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersama Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) resmikan pencanangan "Gerakan Jakarta Melawan Osteoporosis". 

Pencanangan ini diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Partia Ketua Perwatusi Anita A Hutagalung, berlangsung di Gedung Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kebagusan Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). 

Wagub Ariza menyebut berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) mencatat, diperkirakan pada tahun 2050 DKI Jakarta akan mengalami kejadian patah tulang diatas 6 juta orang pertahunnya.

"Berdasarkan data WHO diperkirakan pada tahun 2050 sebanyak 6,3 juta orang setiap tahun akan mengalami kejadian patah tulang atau separuh ada di Asia menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2050 penduduk Indonesia yang berusia 50 sampai 70 tahun diperkirakan akan tumbuh sebesar 135 persen menjadi 113 juta risiko," kata Ariza dalam sambutannya.

 

Menurutnya, osteoporosis dapat menyerang lebih banyak ke perempuan berumur 50 tahun dibandingkan laki-lali. 

"Satu dari tiga orang perempuan yang berusia di atas 50 jadi ibu-ibu perempuan yang di atas 50 tahun satu dari tiga orang itu diperkirakan akan terkena osteoporosis bagi laki-laki satu dari lima," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perwatusi, Anitha Hutagalung mengaku bersyukur, sebab, kolaborasi Perwatusi dengan Pemprov DKI dan PKK mempermudah Perwatusi untuk menggaungkan kepedulian terhadap osteoporosisi atau keroposan pada tulang.

"Tentunya kami sangat bersyukur yah kolaborasi dengan PKK dengan provinsi DKI Jakarta yang dimana dari semangat kami pengurus Perwatusi tentunya dalam hal ini membantu pemerintah dalam menggaungkan kepedulian kita terhadap keropos tulang ini," ujarnya Anitha dalam kesempatan yang sama.

Gerakan Jakarta Melawan Osteoporosis kata Anitha diharapkan mampu merubah image dan pencegahan dini kepada masyarakat terkait osteoporisis yang selalu dikaitkan dengan orang tua.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar