Pengamat Pertanyakan Penjenamaan Rumah Sakit Menjadi Rumah Sehat

Senin, 8 Agustus 2022 09:23 WIB

Share

Terasjakarta.poskota.co.id - Pengamat kebijakan publik Jakarta, Sugiyanto mengatakan Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI Jakarta diduga telah melakukan kebohongan publik atas sebutan motto pada penjenamaan ‘Rumah Sakit’ menjadi ‘Rumah Sehat untuk Jakarta. 

Pasalnya istilah dan pejenamaan berbeda dengan motto. Sehingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Repulik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta harus segera bersikap.

“Sejatinya Pemprov DKI Jakarta ingin melakukan penjenamaan, bukan untuk membuat motto pada 31 rumah sakit di DKI Jakarta. Sehingga alasan penjenamaan ‘Rumah Sakit’ menjadi ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ sebagai motto atau semboyan, ataupun slogan menjadi tidak tepat,” kata SGY pangilan akrab Sugiyanto melalui ketrangannya yang diterima redaksi, Sabtu (6/8). 

Selain itu, SGY menegaskan patut diduga penyebutan istilah motto atas penjenamaan ‘Rumah Sakit’ menjadi ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ adalah hanya untuk pembenaran dan meredam kritik masyarakat tentang kebijakan penjenamaan tersebut. Selanjutnya, bila kita menilik arti kata dari penjenamaan dan kata motto, maka dugaan kebohongan publik ini akan semakin nampak jelas,” ujar SGY

Lebih lanjut SGY menerangkan, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online diketahui, penjenamaan berasal dari kata jenama yang berarti, merek atau jenis. Penjenamaan dapat juga berarti pencitraan merek. Dalam bahasa inggris disebut dengan istilah branding. 

Penjenamaan lebih digunakan dalam praktik di dunia bisnis, sektor publik (pemerintahan) dan bahkan organisasi nirlaba. Penjenamaan adalah bagian kecil dari pemasaran yang salah satu tujuannya adalah untuk membangun citra baik organisasi dibenak khalayak. 

“Sedangkan kata motto atau juga semboyan adalah kalimat, frasa, atau kata sebagai semboyan atau pedoman yang menggambarkan motivasi, semangat, dan tujuan dari suatu organisasi. Pengguna moto biasanya adalah negara, kota, universitas, dan keluarga-keluarga bangsawan,’ terangnya. 

Dari penjelasan itu, kata SGY, maka jelas, arti kata  penjenamaan atau merek atau jenis, atau branding  berbeda dengan arti kata motto. Hal ini tentu menjadi dasar atas niat Pemprov DKI Jakarta untuk menentukan pilihan penjenamaan atau motto,’ tegas SGY

masih kata SGY melanjutkan pernyataannya, penyebutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi 'Rumah Sehat untuk Jakarta' sebagai motto disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Khalimah saat bicara pada media, Kamis (4/8). Pemprov DKI juga tidak membantah atas penegasan penjenamaan ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ hanya sebuah motto atau slogan.

Sesungguhnya Pemerintah DKI Jakarta memang berkeinginan menganti nama ‘Rumah Sakit’ menjadi ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ pada 31 Rumah Sakit Daerah (RSUD) di DKI Jakarta. Namun Kemenkes tidak memperkenankan karena terkait dengan (aturan hukum) UU Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar