Komisi C Berencana Panggil BUMD yang Merugi

Kamis, 23 Juni 2022 02:59 WIB

Share
Komisi C Berencana Panggil BUMD yang Merugi
seketaris Ketua Komisi C DPRD DKI, Yusuf.

Terasjakarta.id - Sebanyak 7 BUMD Jakarta sejak tahun 2017-2021 dilaporkan mengalami kerugian hingga mencapai nilai Rp. 1,86 Triliun. Terkait hal itu Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana akan melakukan pemanggilan terhadap SKPD BUMD  terkait guna meminta penjelasan.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan pemanggilan. Kita ingin mendengarkan penjelasan mereka kenapa merugi. Apakah kerugian itu karena pandemi atau karena mereka tidak mau berkembang," ujar seketaris Ketua Komisi C Yusuf kepada wartawan di gedung DPRD, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, BUMD harus terfokus dalam pengembangan perusahaan. Agar, APBD DKI bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di DKI.

“Idealnya BUMD tidak selalu meminta PMD. Harusnnya BUMD itu berusaha mandiri dalam pengembangannya. Agar PMD yang sudah diberikan bisa mendatangkan keuntungan bagi Pemda. Yang nantinya PAD yang dihasilkan bisa digunakan untuk pembangunan di Jakarta,” kata politisi PKB itu.

Karena itu, Yusuf menyarakan jika hasil pemanggilan terhadap BUMD itu tidak ditemukan solusi dalam pengembangan BUMD. Ia berharap sebaiknya BUMD dirampingkan atau marger 

“Kita akan mengusulkan agar BUMD yang merugi supaya digabungkan. Hal itu sesuai dengan bidangnya masing, masing. Misalkan ketahanan pangan, bisa disatukan food station, dharma jaya dan lainya. Transportasi pun sama. Begitu seterusnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP-BUMD) DKI Jakarta mencatat akumulasi rugi usaha 7 BUMD Jakarta sejak tahun 2017-2021 mencapai nilai Rp. 1,86 Triliun.

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Senin (20/6), menyesalkan melempemnya kinerja BUMD yang mengakibatkan kerugian uang negara yang cukup besar. Padahal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah menyetujui Penyertaan Modal Daerah (PMD) kepada pemprov DKI Jakarta.

“Akumulasi PMD DKI Jakarta yang telah disetujui DPRD DKI Jakarta sejak tahun 2017-2021 nilainya bisa mencapai puluhan triliun rupiah. Namum hasilnya tak berbanding lurus dengan perolehan laba usaha dari 7 BUMD Jakarta itu,” kata SGY sapaan akrabnya di Jakarta, Senin (20/6).

Reporter: Potan
Editor: Potan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar