HUT DKI ke-495, Demokrat Berharap Kasus Gizi Buruk Tidak Ada Lagi di Jakarta

Kamis, 23 Juni 2022 02:45 WIB

Share
HUT DKI ke-495, Demokrat Berharap Kasus Gizi Buruk Tidak Ada Lagi di Jakarta

Terasjakarta.id - Momentum HUT DKI Jakarta Ke 495 harus menjadi titik pembenahan terhadap berbagai persoalan di Jakarta. Pada usia saat ini Jakarta sudah harus menjadi kota idaman semua orang. 

Namun kenyataannya sekarang ini, persoalan yang bersinggungan langsung kepada masyarakat masih dijumpai. Salah satunya soal gizi buruk. Teranyar, kasus gizi buruk pada anak masih ditemukan di wilayah Jakarta Pusat.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI, Desie Christiana Sari menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, APBD DKI Jakarta yang saat ini sudah mencapai Rp.82 triliun, seharusnya bisa menangkalnya.

“HUT DKI ke 495 persoalan gizi buruk pada anak harus sudah selesai. Tidak boleh lagi ada persoalan gizi buruk satu pun. Karena itu akan menjadi catatan buruk di kota besar seperti Jakarta masih adanya persoalan gizi buruk pada anak,” ujar Desie, Rabu (22/6/2022).

"APBD DKI ini besar, seharusnya anggaran yang mencapai Rp.82 triliun itu bisa mengatasi berbagai persoalan yang ada di masyarakat," sambungnya.

Upaya menjadikan persoalan gizi buruk menjadi zero kasus merupakan hal yang sangat prinsip. Apalagi, kata Desie, gubernur DKI, Anies Baswedan memiliki tagline maju kotanya, bahagia warganya.

”Kalau masih ada gizi buruk, tentu hal itu sangat bertolak belakang dengan tagline gubernur. Dan persoalan gizi buruk, sejak beberapa bulan lalu pun sudah menjadi konsen saya di dapil Jakpus,” katanya.

Hal lainya, yang juga menjadi perhatian peningkatan kinerja jajaran anak buah Anies di DKI. Momen HUT DKI, harus dimanfaatkan untuk peningkatan kinerja di lingkup pemda dari struktur terbawah hingga di atas.

”Dengan adanya krisis ketahanan pangan yang dialami saat ini. Sudah sangat tepat, jika evaluasi terhadap kinerja perlu ditingkatkan. Susah naik, agar lebih baik lagi,” jelasnya

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar