Akumulasi Rugi Usaha 7 BUMD Jakarta Sejak 2017-2021 Tembus Rp 1,86 Triliun

Senin, 20 Juni 2022 14:47 WIB

Share
Akumulasi Rugi Usaha 7 BUMD Jakarta Sejak 2017-2021 Tembus Rp 1,86 Triliun
Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto.

Terasjakarta.id -

Oleh : Sugiyanto / Pengamat Kebijakan Publik

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2017 Tentang Badan Usaha Milik Daerah atau disingkat BUMD diketahui merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh daerah.

BUMD sendiri terdiri dari perusahaan umum yang 100% sahamnya milik daerah dan perusahaan perseroan daerah yang berbentuk perseroan terbatas yang seluruh modal sahamnya atau paling sedikit 51% dimiliki oleh daerah. 

Dari data informasi Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP-BUMD) DKI Jakarta diketahui akumulasi rugi usaha 7 BUMD Jakarta sejak tahun 2017-2021 mencapai nilai Rp1,86 Triliun.

Untuk rugi usaha BUMD pertama dialami oleh PD Dharma Jaya, yakni terjadi pada tahun 2020 senilai Rp. 17,59 miliar dan tahun 2021 senilai Rp. 14,73 miliar. Total kerugian usahanya menjadi Rp. 32,33 miliar. Kemudian untuk rugi usaha BUMD kedua Perumda Sarana Jaya, terjadi pada tahun 2021, yakni senilai Rp. 338,79 miliar.

Sedangkan rugi usaha BUMD ketiga PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. BUMD yang 72% sahamnya milik Pemprov DKI Jakarta ini telah mengalami kerugian pada tahun 2020, yakni senilai Rp. 392,86 miliar. Lalu pada tahun buku 2021 kerugian serupa terjadi senilai Rp. 275,03 miliar. Dengan demikian total kerugian Ancol mencapai Rp. 667,90 miliar.

Selanjutnya rugi usaha BUMD yang keempat PT. Jakarta Propertindo (Jakpro). Rugi usaha terjadi sejak tahun 2019, yakni senilai Rp. 76,22 miliar dan tahun 2018 rugi Rp. 240,8 miliar. Lalu tahun 2021 mencatat rugi senilai Rp. 110.83 miliar. Total kerugian usahanya mencapai Rp. 427,94 miliar.

Rugi usaha BUMD kelima PT. Jakarta Tourisindo,  terjadi sejak tahun 2017, yakni senilai Rp. 19,72. Kemudian pada  tahun 2018 juga mengalami rugi usaha  senilai Rp. 15,45 miliar, lalu tahun 2019  mencatat rugi senilai Rp. 21,81 miliar. Totalnya rugi usahan PT. Jakarta Tourisindo menjadi Rp. 56, 98 miliar.

Rugi usaha BUMD yang keenam adalah PT. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta (Persero). Perusahaan daerah yang melayani angkutan massal bawah tanah ini juga mengalami hal yang sama. Rugi usaha terjadi pada tahun 2017 yakni senilai Rp. 115,13 miliar, dan tahun 2018 senilai Rp. 138,71 miliar. Lalu pada tahun 2020  kembali mengalami rugi usaha senilai Rp. 69,09. Dengna demikian total rugi usahanya menjadi Rp. 322,94 miliar. 

Halaman
1 2 3
Reporter: Potan
Editor: Potan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar