Daftar Tunggu Naik Haji Hampir 100 Tahun, Begini Penjelasan Kemenag

Jumat, 17 Juni 2022 10:44 WIB

Share
Daftar Tunggu Naik Haji Hampir 100 Tahun, Begini Penjelasan Kemenag
Masjidil Haram, Arab Saudi. (ist)

Terasjakarta.id - Kementerian Agama (Kemenag) telah mempublikasikan daftar tunggu antrean haji Indonesia. Data Kemenag mengungkap, ada daerah yang masa tunggunya mencapai 97 tahun.

Seperti untuk wilayah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan jumlah kuota 85 memiliki waktu tunggu pemberangkatan jamaah haji paling lama yakni 97 tahun.

Sedangkan estimasi pemberangkatan paling cepat pada tahun 2031 -keberangkatan tahun kesembilan- yaitu Kabupaten Maybrat, Papua Barat dengan kuota dua orang.

Melansir laman Kemenag, Kasubdit Siskohat Ditjen PHU, Kemenag, Hasan Afandi mengungkapkan, mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan  adanya bilangan pembagi daftar tunggunya yang didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.

“Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi. Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46% dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” kata Hasan Afandi.

Kabid Siskohat di Kantor Urusan Haji Jeddah ini menjelaskan, sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022, maka bilangan asumsi yang digunakan sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarjan MoU penyelenggaraan haji 2020. Yang akhirnya ada kebijakan membatalkan keberangkatan karena pandemi, yakni 210.000.

Sejak ada kepastian bahwa kuota haji 1443 H adalah sekitar 100.000, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian. “Inilah yang otomatis menyebabkan estimasi keberangkatan semakin lama. Sebab, ketika kuota turun, maka otomatis estimasi keberangkatan akan naik,” tambahnya.

Merujuk data estimasi waiting list jamaah haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag, Sulawesi Selatan mendomiasi antrean terlama. Selain Bantaeng, Kabupaten Sidrap selama 94 tahun dengan 116 kuota jamaah haji, Kabupaten Pinrang (91 tahun) 163 kuota, Kabupaten Wajo (87 tahun) 185 kuota, Kota Makassar (84 tahun) 516 kuota, Kota Parepare (84 tahun) 57 kuota, dan Kabupaten Jeneponto (81 tahun) 156 kuota.

Sementara masa tunggu jamaah haji di Pulau Jawa rata-rata sekitar 15-30 tahun. Misalnya di Jawa tengah dengan waktu tunggu 63 tahun (13.776 kuota), DIY selama 66 tahun (1.427 kuota), Jawa Timur 69 tahun (15.956 kuota), Banten 53 tahun (5316 kuota), Kota Bogor 43 tahun (510 kuota), Kabupaten Bekasi 59 tahun (1.725 kuota), DKI Jakarta 54 tahun dengan (3.940 kuota).

Untuk kuota terbanyak di Provinsi Jawa timur sebayak 15.956 orang dan Jawa Tengah 13.776 kuota. Lalu untuk kuota terkecil ada di Kabupaten Maybrat dua orang, Kabupaten Tambrauw tiga orang, Kabupaten Maluku Barat Daya tiga orang, dan Kabupaten Mahakam Ulu lima orang.

Halaman
1 2
Reporter: Redaksi Teras
Editor: Potan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar