Gubernur: Laporkan Jika Ada yang Curang dalam Penggajian GTT!

Kamis, 10 Mei 2018 13:43 WIB

Share
Gubernur: Laporkan Jika Ada yang Curang dalam Penggajian GTT!

terasgarut.com


Sesuai yang di janjikan Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan bahwa guru honorer SMA/SMK yang sudah alih kelola ke Provinsi berhak menerima honor sebesar 85.000 /jam minimal mengajar 24 jam.

Pembayaran tunjangan bagi guru honorer SMA/SMK tahun anggaran 2018 ternyata menimbulkan reaksi ketidak puasan sebagian guru honorer di Kabupaten Garut.

Tina Sunarti(37) guru honorer SMAN 26 Garut, terpaksa mengadu ke Gubernur Jawa Barat,Ahmad Heryawan, karna merasa tunjangan yang semestinya dia terima ternyata tidak sesuai dengan apa yang di harapkannya.

" Saya mengajar 24 jam, tapi pihak sekolah hanya membayar 12 jam, entah apa alasananya yang pasti kami sangat kecewa , ucapnya"

Tina menambahkan, selain dirinya ada sembilan guru honorer lainnya yang tak dibayar sesuai jam mengajar, sebanyak enam guru dibayar delapan jam, dua guru selama 16 jam, dan dua guru lagi selama 12 jam.
"Selain saya masih ada 9 orang guru yang di bayarnya tidak sesuai, berpariasi ada yang di bayar 8 jam, 12 jam dan 16 jam, tambahnya.

Ternyata harapan dan keinginan tina di jawab langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Aher menuturkan, agar kejadian ini di laporkan saja karna seharusnya kalau ngajar 24 jam harus di bayar 24 jam.

" Laporkan saja kalau memang terjadi seperti itu , harusnya kalau mengajar 24 jam, yah harus di bayar 24 jam, tolong catat kejadian ini, harus di tindak tegas, ini sudah menjadi hak guru honorer untuk mendapatkan honor sesuai kinerja mereka. Kami akan menyelidiki dari mulai sekolah sampai dinas pendidikan Jawa Barat. Apabila ada oknum yang melakukan kecurangan kami tidak akan segan untuk menindaknya." Pungkas Aher, di sela sela sejumlah wartawan tengah mewawancara Aher yang datang ke Mukerwil Laskar Aswaja di Wisma CPI, Desa Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Sabtu (21/4/2018)

Sementara itu pihak sekolah, Dadang Suherman ketika di konfirmasi membenarkan, bahwa untuk penggajihan guru honorer tahun anggaran 2018 tidak sesuai jam mengajar dengan alasan, data yang di ajukan masih memakai data tahun 2017.

" Kami hanya menerima kuota untuk penggajihan guru honorer sesuai yang di berikan pihak Provinsi mengacu dari anggaran 2017, kami hanya di beri tugas untuk menyampaikan saja. Dan kisaran nominalnya itu kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar." ( Gyi )



Reporter: Herman
Editor: Kashmirx
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar